Rabu, 12 Mei 2010

Teman Sejati Dalam Kematian

Setiap manusia pasti akan menemui kematian. Entah kapan waktu kita didunia ini akan habis. Hanya Allah saja yang mengetahui kepastiannya. Yang penting bagi kita adalah mengingat kematian itu. Sebab secerdas -cerdasnya manusia adalah mereka yang mengingat akan kematian itu serta memperbanyak persiapan untuk menghadapi kematian. Mereka itulah yang benar-benar akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia, serta kemulian akherat (AL Hadist). Banyak diantara kita yang mengangap kematian adalah sebuah tragedi yang harus ditangisi. Karena itulah ketika ada kerabat, teman, atau orang yang kita kasihi meninggalkan kita untuk selama-lamanya,maka kita sering terjebak dalam ratapan yang sesungguhnya. Yang sebaik kita lakukan adalah mengambil hikmah dari padanya. Sebab dengan demikian nurani kita akan terketuk untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menuju kepastian, yaitu Kematian. Ditengah situasi jaman yang penuh dengan persaingan dan kompleksitas hidup yang gegap gempita mau tidak mau, suka tidak suka, kita sering terbuai dalam rutinitas hidup yang cendrung hubud dunia.Kecintaan kita pada dunia bisa membuat kita terlena dalam mengumpulkan harta. Padahal harta tak akan pernah bisa membeli kematian, atau teman kita dalam menyonsong sang maut. Amal perbuatan manusia yang baik maupun yang buruk akan tersimpan di alam kubur. Nabi Muhamad S.A.W bersabda, " tiga hal yang mengikutti seseorang kekuburnya: harta bendanya, kaum kerabatnya, dan amal perbuattannya". Harta dan kerabatnya akan kembali setelah upacara pemakaman selesai, yang tinggal bersamanya hanyalah amal perbuattannya saja. Suatu hari Rasullilah S.A.W bersabda kepada para sahabat," tahukah kamu tentang pemisahan hubunganmu dengan saudaramu,kekayaanmu, dan amal perbuatanmu?" . Para sahabat pun semua ingin mendengar penjelasan beliau S.A.W. Hubunganmu dengan semua itu seperti seorang manusia dengan tiga orang saudaranya. Apa bila manusia itu mendekatti wafatnya, Ia pun memanggil saudara-saudaranya. Saudaraku, engkau tahu akan keadaanku, bukan? apakah pertolongan yang dapat engkau berikan padaku? saudaranya menjawab, aku akan merawatmu, mengobattimu, serta melayanimu sepenuhnya. Jika engkau meninggal aku akan memandikanmu, mengafanimu, seta mengusung jenajahmu kekuburran,setelah penguburan aku aku akan berdoa untuk kebaikanmu. Rasullulah S.A.W bersabda, sudara pertama ini adalah kaum kerabatnya. Saudara yang kedua ini adalah harta kekayaannya, Ia menjawab aku akan tinggal bersamamu selama engkau masih hidup,Ketika engkau meninggal aku akan pergi ketempat lain. Saudara ke tiga adalah amal perbuattan, Ia menjawab ,aku akan menemanimu walaupun engkau engkau berada di alam kubur, menjadi penghibur bagimu ditempat yang penuh dengan ketakuttan. Ketika amal perbuattanmu ditimbang, aku akan duduk ditimbangan amal kebaikan dan memberatkanya. Saudara yang terahir ini adalah amal saleh yang telah dilakukannya. Kebanyakan manusia memang melupakan sang teman sejati dalam kematian ini. Mereka terlena bersama teman-teman di dunia yang berbentuk kemegahan harta. Amat penting kita renungkan, sesungguhnya kubur merupakan awal persinggahan, dari beberapa persinggahan di aherat. Jika Ia berhasil dikubur tersebut, maka persingahan yang lain akan lebih mudah Ia jalani.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar